VENDU FUTSAL CLUB PALANGKARAYA VS TIM FUTSAL PAJAK PALANGKARAYA

Laporan pandangan mata oleh :  Didier Dopra

 

Malam itu Rabu tanggal 4 Juni 2008 adalah hari Vendu FC untuk berlatih futsal, tapi malam itu terasa begitu istimewa karena untuk pertama kalinya tim Vendu FC berunjuk kebolehan melakukan pertandingan persahabatan melawan  Tim Futsal  Pajak yang merupakan gabungan orang-orang KPP dan KP PBB Palangkaraya (mungkin mereka lagi membiasakan diri untuk bergabung karena sebentar lagi kantornya mau merger :D)

 

 Bertanding tanpa dukungan supporter tidak membuat Vendu FC  gentar terhadap lawan. Anak-anak asuhan ibunya masing-masing ini datang ke Borneo Sport Center dengan penuh rasa percaya diri. Vendu FC akan bermain lebih santai karena tidak terobsesi akan kemenangan, atau dapat dikatakan sadar akan kemampuan fisiknya yang sulit untuk mengalahkan tim lawan yang notabene secara fisik lebih muda dan secara jumlah lebih banyak.

 

Pada saat pertandingan akan dimulai, jumlah pemain yang tersedia pada Vendu FC cukup banyak orang. Cukup untuk gonta ganti pemain kalo pas lagi kehabisan nafas,  melawan Tim Pajak yang ternyata setelah diselidiki tersusun dari skuad 2 tim, yaitu Pajak A dan Pajak B. Walaupun begitu keadaannya, tim Vendu FC yang terdiri dari orang-orang tua yang udah hampir jompo ini tetap berjuang dengan sekuat tenaga dan nafas.

 

Formasi agak berbeda dari biasanya. Pada babak pertama skuad yang ditampilkan adalah sebagai berikut:

Kiper                     :               Gus Poer Hiding

Defender            :               Gabriela Hyanistuta

Midfielder           :               Thiery Hadly

Striker                   :               Norel FX Iba dan Didier Dopra

Datang sebagai tim yang kurang diunggulkan, Vendu FC langsung menggebrak dari peluit babak pertama dibunyikan. Alhasil, Vendu mendapatkan beberapa peluang emas  melalui Didier Dopra dan Norel FX Iba  yang memang diplot sebagai duet striker pada awal pertandingan , namun sayang sepakan bola belum mengarah ke gawang yang diinginkan. Bola selalu meleset ke samping gawang, ini membuat kecurigaan dari bangku cadangan Vendu FC kalo-kalo kiper lawan menggunakan jampi-jampi sehingga bola pada mental semua.  

Efek samping dari strategi menyerang sejak awal babak, nafas para pemain dari Vendu FC pun mulai mengempos. Pada satu kesempatan goal pass, lemparan Gus Poer Hiding yang diplot sebagai kiper utama Vendu FC (setelah Samuel Eko’o banting stir beralih karir dari kiper menjadi penyerang), kurang tepat dapat direbut oleh pemain lawan dan pada serangan cepat kilat sontekan bola pemain lawan mengarah pada pojok kosong gawang Vendu FC sehingga kedudukan menjadi 0-1.  

Kondisi tertinggal membuat Vendu FC semakin meningkatkan serangan, sehingga pemain banyak menumpuk di daerah lawan. Ini membuat lini pertahanan kosong melompong dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Pajak FC melalui serangan balik skor menjadi 0-2. Sadar bahwa secara teknik dan taktik sebenarnya lebih unggul, Vendu FC merubah taktik permainan dengan satu dua sentuhan dan semakin ngotot mengejar ketinggalan.   Berawal dari long pass defender Hadly dan diteruskan Pitono bola mengarah melambung mengecoh kiper lawan yang sudah terlanjur maju, namun sayang bola yang mengarah ke gawang yang kosong di pegang oleh pemain belakang lawan. Tentunya ini tindakan yang tidak menjunjung fair play, dan patut diganjar kartu merah. Namun wasit mempunyai kebijakan untuk mengeluarkan  kartu kuning dan memberi hadiah penalty untuk Vendu FC.  Algojo  Pitono tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini  dengan keras menembak bola sebatas puser ke arah kanan gawang dan gol 1-2. Sejurus kemudian dengan serangan sporadis akhirnya Pitono dapat menambah pundi-pundi golnya dan membuat kedudukan 2-2.  Mengetahui Vendu FC permainannya membaik dan menanjak, membuat tim Pajak panik dan membuat beberapa pergantian pemain. Pola permainan pajak pun berubah dan akhirnya dengan solo run dari Dodo playmaker Pajak membuahkan hasil manis dengan sontekan pelan terarah ke gawang Gus Poer  dan membalikkan keadaan menjadi 2-3.

Menjelang akhir babak pertama, Vendu FC mendapatkan suntikan tenaga baru, Didier Dopra yang sebelumnya sudah kehabisan nafas dan diganti pada menit ke 12, masuk kembali. Berawal dari tik tak di lapangan tengah antara Hadly dan Ariquelme, assit cemerlang disodorkan kepada Dopra yang memang sudah mendapatkan tempat kosong, dengan jitu dan keras bola diarahkan tepat ke pojok kanan atas gawang Pajak FC  dan kedudukan berubah menjadi 3-3 sampai peluit akhir babak pertama dibunyikan.

Cadangan nafas tim Vendu FC makin menipis pada babak kedua, sehingga tim ini tidak dapat mempertahankan kondisi imbang 3 – 3. Dengan perjuangan yang gigih, Tim Pajak berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-5. Vendu FC yang sudah kehabisan nafas dan membutuhkan nafas buatan ini pun tak mau menyerah begitu saja. Vendu FC berusaha mengejar ketinggalan dengan serangan demi serangan yang membuat tim lawan harus berjibaku melindungi gawangnya dari derasnya serangan Vndu FC. Namun usaha untuk mengejar ketinggalan harus dihentikan oleh peluit panjang, tanda pertandingan harus berakhir.

 

Hasil ini cukup membuat tim Vendu FC puas, karena dengan keterbatasan fisik para pemainnya, tim ini dapat memberikan perlawanan yang sengit. Dan syukur Alhamdulillah tidak ada pemain Vendu yang tergeletak pingsan di lapangan hingga pertandingan berakhir, apalagi jangan sampai menyusul Basuki (pelawak yang juga penghobi futsal kayak kite2).

 

Demikian laporan pertandingan Vendu FC melawan Tim Pajak  dari Borneo Sport Center  (dp).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: